Penggembala

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ…

Kullukum raa’in wakullukum mas-uulun ‘an ra’iyyatihi…

Each of you is a shepherd and each of you is responsible for his flock…

Setiap kalian adalah penggembala dan setiap kalian bertanggung jawab kepada gembalaannya …

(Nabi Muhammad SAW)

Kalimat majasi tersebut digunakan untuk menyatakan bahwa:

Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian bertanggung jawab kepada yang dipimpinnya …

Petikan hadits tersebut diambil dari Sahih Bukhari 6605. Dalam redaksi berbeda terdokumentasikan juga dalam Bukhari 893, 2409, 2554, 2558, 2751, 5188, 5200, 6719, 7138. Juga terdokumentasikan antara lain dalam Sunan Abu Dawud 2928, dan Sahih Muslim 6605.

Status hadits tersebut dicapai dengan nilai muttafaqun alaihi yang artinya authenticity agreed upon, atau dengan kata lain adalah derajat keasliannya disepakati oleh mereka seluruh para pakar hadits.

Raa’in ke dalam bahasa Inggris diartikan dengan kata Cattle-herder atau Shepherd, arti lugasnya tanpa masuk ke dalam bahasa penghalusan atau tafsie maksudnya adalah Penggembala, Cowboy, Pastor, Budak Angon, Bocah Angon, atau Vaquero. Dalam makna perluasannya, tafsirnya, atau maksudnya boleh dikatakan bahwa kata Ra’in atau Penggembala ini artinya adalah Pemimpin. Karena demikianlah pada hakikatnya perumpamaan bagi seorang Pemimpin, dia harus mampu berlaku sebagai Penggembala yang sejati; yang artinya secara lebih mendasar adalah Menjaga, Memelihara, dan Melindungi gembalaannya dengan baik dan selamat. Karena dalam hadits tersebut terdapat juga kata Imam (Pembuka Jalur, Pemandu, yang bergerak Didepan) untuk menunjukkan kata Pemimpin yang berkuasa atas manusia.

Sementara kata Ra’iyyatihi yang berasal dari kata Ra’iyyat dengan huruf ujung berupa Ta marbutoh sehingga bisa dibaca Ra’iyyah, dalam bahasa Inggris diartikan Flock atau Herd yakni Kumpulan atau Gerombolan atau Kelompok yang secara makna tertuju pada sejumlah binatang ternak berupa kambing atau domba atau sapi yang berkerumun di padang rumput penggembalan. Dalam bahasa Indonesia kita lebih umum dengan menyebutnya Gembalaan.

Kata jamak dari Ra’iyya(t) ini adalah Ra’aayaa(h). Sementara kedalam bahasa Turki kata Ra’iyyat ini kemudian berbunyi Re’aya, ke dalam bahasa Iran kemudian berbunyi Ra’yat, ke dalam bahasa Urdu (Pakistan) kemudian berbunyi Ra’iyat, ke dalam bahasa Hindi (India) kemudian berbunyi Raiyat; dan ke dalam bahasa Melayu yang kemudian pertumbuhan bahasa Indonesia menginduk kepadanya disebut dengan kata Rakyat. Maka Rakyat adalah kumpulan hewan ternak yang merumput di padang gembalaan, mereka yang bergantung hidupnya pada lapangan atau padang (grass root) dimana rumput, ilalang, dan semak belukar tersajikan.

Rakyat dalam konteks selanjutnya sering dimaksudkannya adalah Ummat (Ummah), yang relasinya diperbandingkan dengan kata Imam atau Amir atau Hakim atau Khalifah atau Wazir atau Wali; atau dengan demikian yang berarti Pemimpin suatu struktur formal kenegaraan. Karena inilah memang ajaran seluruh para Nabi dan Rasul sejak dahulu kala.

Namun demikian, konteks hadits tersebut sebenarnya lebih luas, umum, dan fleksibel. Kata yang mengisyaratkan pemimpin justru berada pada kalimat kedua yang menggunakan kata Imam. Imam adalah pembuka jalur, pemimpin, orang yang berada di depan, orang yang mampu menunjukkan jalan. Dalam kalimat kedua tersebut Imam digandengkan tanggung jawab penggembalaannya terhadap Al Naas (An-Naas), artinya Manusia (People).

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ حَدَّثَنِي مَالِكٌ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَلَا كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ فَالْإِمَامُ الَّذِي عَلَى النَّاسِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى أَهْلِ بَيْتِ زَوْجِهَا وَوَلَدِهِ وَهِيَ مَسْئُولَةٌ عَنْهُمْ وَعَبْدُ الرَّجُلِ رَاعٍ عَلَى مَالِ سَيِّدِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُ أَلَا فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

Telah menceritakan kepada kami Ismail; telah menceritakan kepadaku Malik; dari Abdullah bin Dinar; dari Abdullah bin Umar radliallahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata: “Setiap kalian adalah penggembala dan setiap kalian bertanggung jawab atas yang digembalakannya; dan pemimpin yang berkuasa kepada manusia adalah penggembala dia bertanggung jawab atas yang digembalakannya; dan laki-laki adalah penggembala atas penghuni rumahnya dan dia bertanggung jawab atas yang digembalakannya; dan wanita adalah penggembala atas penghuni rumahnya, suaminya dan anak-anaknya dan dia bertanggung jawab terhadap mereka; dan pelayan seseorang adalah penggembala terhadap kekayaan tuannya dan bertanggung jawab terhadapnya; bahwa maka setiap kalian adalah penggembala dan setiap kalian bertanggung jawab atas yang digembalakannya.” (Bukhari No. 6605)

ditulis oleh

Gelar Taufiq Kusumawardhana

Penulis merupakan Jaro Puhu (Ketua Umum) pada Yayasan Buana Varman Semesta (BVS). Adapun Yayasan Buana Varman Semesta (BVS) itu sendiri memiliki ruang lingkup perhatian yang diwujudkan dalam Tiga Pilar Utama, yakni Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Pelatihan (Department of Education, Teaching, and Training) dengan unit kerja unggulannya bernama The Varman Institute – Pusat Kajian Sunda. Kedua Bidang Ekonomi dan Perdagangan (Department of Economy and Commerce) dengan unit kerja unggulannya bernama House of Varman – Pusat Perdagangan Sunda. Dan ketiga Bidang Lingkungan dan Konservasi (Department of Environment and Conservation) dengan unit kerja unggulannya bernama Bujangga Manik Geotrek – Pusat Penjelajahan Sunda.

Pada saat ini penulis tinggal di Perumahan Pangauban Silih Asih Blok R No. 37 Desa Pangauban Kecamatan Batujajar Kabupaten Bandung Barat (Provinsi Jawa Barat).

"Menulis untuk ilmu dan kebahagiaan. Menerbangkan doa dan harapan atas hadirnya kejayaan umat Islam dan bangsa Indonesia".