
Abu Musa Jabir ibnu Hayan (806−816, M), lebih dikenal dengan nama Jabir ibnu Hayan. Sementara di dunia Barat (Judeo-Christian) dikenal dengan nama Geber.
Sebagaimana umumnya ilmuan Islam yang bersifat polymath, polyglot, dan non secular, maka watak keilmuannya bersifat non linear dan acak dalam merambah berbagai sistematika ilmu.
Demikian juga spektrum keilmuan Jabir ibnu Hayan yang merupakan murid dari Imam Jafar Ash-Shodiq pun sangat luas dan lintas disiplin.
Namun salah-satu bidang yang menonjol dikenal orang atas jasanya pada bidang Kimia, selain salah-satu peletak dasar pengembangan Scientific Method yang bersanding nama dengan Ibnu Haitam dan Raihan Al Biruni yang mana semuanya diangap sebagai First True Scientist (Ilmuan Pertama yang Sesungguhnya).
Pada bidang Kimia, Jabir ibnu Hayan merupakan orang pertama yang berhasil secara ilmiah dan eksperimental mengembangkan parfum, dari bagian berbagai jenis tumbuhan dan hewan, atau campuran dari anasir keduanya, dan termasuk pembuatan parfum dari bunga mawar (Arab: Wardah) yang harum melalui metode penyulingan.
Penelitian parfum selanjutnya kemudian akan disempurnakan oleh Al Kindi. Sehingga kedua orang ilmuan Islam tersebut akan dikenal juga reputasinya sebagai Bapak Parfum.
#Islamicgoldenage
#medievalislam

Penulis merupakan Ketua Yayasan Buana Varman Semesta (YBVS). Pernah kuliah di Aqidah Filsafat UIN SGD (S1), Pendidikan Geografi UPI (S1), Pendidikan Geografi UNIBBA (S1), Sejarah Peradaban Islam UIN SGD (S2) dan sedang menyelesaikan kuliah di Konsentrasi Agama dan Budaya pada Program Studi Agama-Agama (S3), tinggal di Kabupaten Bandung Barat (KBB) dan dpat dihubungi melalui No. WA. 082118635648.
“Menulis untuk ilmu dan kebahagiaan, menerbangkan doa dan harapan, atas hadirnya kejayaan umat Islam dan bangsa Indonesia”.
