Konsep Islamic Golden Age untuk pertamakalinya muncul sebagai perumpamaan yang digunakan di dalam buku HANDBOOK FOR TRAVELLERS IN SYRIA AND PALESTINE karangan JOHN MURRAY (1858 M) dengan sudut pandang dan citarasa Barat untuk mengidentifikasi suatu momentum pencapaian aspek estetika dunia Timur (Orientalism): “… like Mohammedanism itself, now rapidly decaying …” (… seperti Pengajaran Muhammad itu sendiri, sekarang dengan cepat telah mengalami pembusukan …) maksudnya ketika mengamati masjid-masjid yang indah dan megah di Damaskus yang dianggapnya sebagai ‘buah-buah’ dari pencapaian tinggalan peradaban “… the golden age of Islam …” (… masa keemasan Islam …) yang kini bukan saja telah melampaui masa dari ranum dan matang itu sendiri, melainkan telah mengalami tahap berjatuhan dan membusuk dengan sendirinya. Majas tersebut kemudian berkembang menjadi aspek pengkajian konseptual yang lebih serius dan komprehensif untuk mengidentivikasi tahap perkembangan mengenai suatu rentang masa peradaban yang kemudian oleh para akademisi disebut dengan meminjam istilah sebelumnya The Golden Age of Islam, atau Islamic Golden Age, dan atau The Meddieval Islam.

ditulis oleh

Gelar Taufiq Kusumawardhana

Penulis merupakan Ketua Yayasan Buana Varman Semesta (YBVS). Pernah kuliah di Aqidah Filsafat UIN SGD (S1), Pendidikan Geografi UPI (S1), Pendidikan Geografi UNIBBA (S1), Sejarah Peradaban Islam UIN SGD (S2) dan sedang menyelesaikan kuliah di Konsentrasi Agama dan Budaya pada Program Studi Agama-Agama (S3), tinggal di Kabupaten Bandung Barat (KBB) dan dpat dihubungi melalui No. WA. 082118635648.

"Menulis untuk ilmu dan kebahagiaan, menerbangkan doa dan harapan, atas hadirnya kejayaan umat Islam dan bangsa Indonesia".