Moksa dan Cinta

Hubungan baik dalam kasih sayang
Antara laki-laki dan perempuan
Antara orang tua dan anak-anaknya
Adalah kehidupan sorga
Atau seakan-akan bagaikan kehidupan di sorga.

Hubungan buruk dalam kasih sayang
Antara laki-laki dan perempuan
Antara orang tua dan anak-anaknya
Adalah kehidupan di neraka
Atau seakan-akan bagaikan kehidupan di neraka.

Berkali-kali dilahirkan kembali percuma
Jika tidak menghindari bencana-bencana
Larangan-larangan yang membuatnya menderita
Bersama dalam kecemasan
Bersama yang pasti berujung perpisahan.

Tapa brata demi moksa
Moksa demi mencicipi sekejap sorga
Sorga tempat segala cinta dan kedamaian
Segala keberadaan yang tak menyesatkan
Segala kegemerlapan yang tak memabukan.

Tapi hidup harus berjalan
Berjalan dengan siksa dan darma
Segala derita harus diatasi
Hidup tetap harus dituntaskan

Meski hanya menjadi sorga
Sorga yang bermula hanya dari:

“nali teuing di na moha,
kasih di nu palaksana,
nu tineung henteu nineung,
teu kasih di awak siya,
nya mana papasan jauh” (Sri Ajnyana)
Maka biarkan saja.

Bandung, 25 Juni 2024 M
GTK

ditulis oleh

Gelar Taufiq Kusumawardhana

Penulis merupakan Ketua Yayasan Buana Varman Semesta (YBVS). Pernah kuliah di Aqidah Filsafat UIN SGD (S1), Pendidikan Geografi UPI (S1), Pendidikan Geografi UNIBBA (S1), Sejarah Peradaban Islam UIN SGD (S2) dan sedang menyelesaikan kuliah di Konsentrasi Agama dan Budaya pada Program Studi Agama-Agama (S3), tinggal di Kabupaten Bandung Barat (KBB) dan dpat dihubungi melalui No. WA. 082118635648.

"Menulis untuk ilmu dan kebahagiaan, menerbangkan doa dan harapan, atas hadirnya kejayaan umat Islam dan bangsa Indonesia".