
Kekasih,
bagaimana bisa engkau masih menunggu sajak-sajakku tiba,
ketika sajak-sajakku telah menjelma mataair,
yang bermuara menuju hatimu.
Kekasih,
bagaimana bisa engkau masih menunggu sajak-sajakku datang,
ketika sajak-sajakku telah menapaki setapak,
yang memuncak menuju hatimu.
Kekasih,
bagaimana bisa engkau masih menunggu sajak-sajakku muncul,
ketika sajak-sajakku telah menjadi bahtera,
kang bersandar menuju hatimu.
Kekasih,
sajak-sajakku memang telah berhenti,
kata-kataku memang telah menghilang,
dihadapan wajahmu dan tatapan matamu,
yang belum sepenuhnya tuntas kubaca.
29 Oktober 2021
: Iluminasi dari naskah puisi Arab Hadits Bayad wa Riyad, akhir abad ka-12 M

Penulis merupakan Ketua Yayasan Buana Varman Semesta (YBVS). Pernah kuliah di Jurusan Aqidah Filsafat Islam IAIN SGD Bandung (S1), Jurusan Pendidikan Geografi FPIPS UPI (S1), Jurusan Pendidikan Geografi FKIP UNIBBA (S1), Jurusan Sejarah Peradaban Islam UIN SGD (S2), dan sedang menyelesaikan kuliah di Konsentrasi Agama dan Budaya pada Program Studi Agama-Agama (S3), tinggal di Kabupaten Bandung Barat (KBB) dan dapat dihubungi melalui No. WA. 082118635648.
“Menulis untuk ilmu dan kebahagiaan, menerbangkan doa dan harapan, atas hadirnya kejayaan umat Islam dan bangsa Indonesia”.
