
Sayang,
Jika puncak gunung menjadi tujuan
Apakah kau mau mendengarkanku
Jika aku katakan hari mulai mendung
Dan kita harus menggunakan jas hujan.
Sayang,
Jika puncak gunung menjadi tujuan
Apakah kau mau mendengarkanku
Jika aku katakan tubuhmu kelelahan
Dan kita harus mendirikan perkemahan.
Sayang,
Jika puncak gunung menjadi tujuan
Apakah kau mau mendengarkanku
Jika aku katakan di depan jalan curam
Dan kita harus melangkah lebih perlahan.
Sayang,
Jika puncak gunung menjadi tujuan
Apakah kau mau mendengarkanku
Jika aku katakan kau merasa ketakutan
Dan kita harus menarik nafas sementara.
Sayang,
Kehidupan hanyalah jalan pengembara
Perjalanan panjang menuju perhentian
Tanpa tujuan, hidup hanyalah penjara
Tanpa tujuan, cinta hanyalah kegilaan.
Sayang,
Apakah kau mau mendengarkan
Jika aku katakan kepadamu…
20 Desember 2022

Penulis merupakan Ketua Yayasan Buana Varman Semesta (YBVS). Pernah kuliah di Aqidah Filsafat UIN SGD (S1), Pendidikan Geografi UPI (S1), Pendidikan Geografi UNIBBA (S1), Sejarah Peradaban Islam UIN SGD (S2) dan sedang menyelesaikan kuliah di Konsentrasi Agama dan Budaya pada Program Studi Agama-Agama (S3), tinggal di Kabupaten Bandung Barat (KBB) dan dpat dihubungi melalui No. WA. 082118635648.
“Menulis untuk ilmu dan kebahagiaan, menerbangkan doa dan harapan, atas hadirnya kejayaan umat Islam dan bangsa Indonesia”.
