Aku hanyalah kelana yang jatuh cinta pada bunga mawar,
mengenai betapa rekah kelopaknya yang merah,
mengenai betapa harum saripatinya yang tercium,
lalu gelisah mendengarkan keluh-kesah kesendiriannya,
lalu risau menanggapi ketakutannya karena ditinggalkan,

Duhai kelana,
jangan kau berdebat dengan bunga mawar merah,
jangan kau mengeluh dengan torehan duri perih,
jangan kau berontak dengan sayatan tak seberapa,
jangan kau bertengkar dengan kelembutan tangkai,

Kegilaan hanyalah karena kebodohanmu,
penderitaan hanyalah karena keluguanmu,
kelemahan karena bahasa dan matematika,
mencampakkan kecantikan dan aromanya.

Duhai kelana,
menetaplah.

Batujajar, 13 April 2022 M
GTK

ditulis oleh

Gelar Taufiq Kusumawardhana

Penulis merupakan Ketua Yayasan Buana Varman Semesta (YBVS). Pernah kuliah di Aqidah Filsafat UIN SGD (S1), Pendidikan Geografi UPI (S1), Pendidikan Geografi UNIBBA (S1), Sejarah Peradaban Islam UIN SGD (S2) dan sedang menyelesaikan kuliah di Konsentrasi Agama dan Budaya pada Program Studi Agama-Agama (S3), tinggal di Kabupaten Bandung Barat (KBB) dan dpat dihubungi melalui No. WA. 082118635648.

"Menulis untuk ilmu dan kebahagiaan, menerbangkan doa dan harapan, atas hadirnya kejayaan umat Islam dan bangsa Indonesia".