Kekasih,
aku mencintaimu karena Allah.
karena Allah telah memberikan aku hidayah, untuk menempuh jalan yang lurus.
untuk mencintai Allah dan Rasul-Nya di atas segala kecintaan kepada makhluk-Nya.

Kekasih,
aku mencintaimu tanpa dusta.
aku mengasihimu dengan tulus.
aku menyayangimu dengan kehormatan sebagai laki-laki yang beriman.

Kekasih,
aku sangat bersukur atas karunia perasaan ini.
jantungku berdegup kencang.
hatiku panas membara.
dan jarak telah menimpakan aku derita.
sementara namamu selalu kuucapkan dalam setiap munajat dan do’a-do’a.
semoga segala yang terbaik dapat terwujud dalam seluruh perjalanan hidupmu.

Kekasih,
tak ada yang membuatku takut, kecuali aku melanggar segala hukum dan ketetapan Allah.
setelah Allah memberikanku buah yang manis dari cahaya pengetahuan-Nya.

Kekasih,
betapa aku sangat berterimakasih, atas segala cinta dan perhatianmu.
atas segala kehangatan dan kasih sayangmu.
yang telah membangunkan hatiku yang terbengkalai.
yang serupa semak belukar liar yang tidak berguna.
meskipun aku tak kan pernah bisa berjanji, akan menjadikannya taman mawar yang indah laksana puisi-puisi Arab yang bergejolak dan satir.

Kekasih,
pergilah tanpa ragu,
dan songsonglah tanggung jawabmu.
maka izinkan cinta ini menjadi milikku sendiri.

Batujajar, 18 Juli 2021
GTK

ditulis oleh

Gelar Taufiq Kusumawardhana

Ketua House of Varman, aktif menulis untuk Varman Institute. Tinggal di Desa Pangauban, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (Provinsi Jawa Barat)