Sejarah Pulau Onrust

Awal Mula Bangsa Barat di Pulau Onrust
Pulau Onrust ternyata sejak dahulu sudah dikenal orang-orang Eropa, tahun 1770, James Cook sang pelaut Inggris yang mengunjungi Australia pernah singgah di Pulau Onrust selama 8 hari untuk memperbaiki Endeavor, kapalnya. Para pelaut dan Petualang Eropa yang singgah di Pulau Onrust mencatat dan membuat tulisan situasi di pulau ini.

Karya mereka kelak menjadi sumber sejarah Pulau Onrust. Di antara catatan yang terkenal adalah; karya Francois Valentijn (datang antara tahun 1724-1726). Dari tulisannya, kita mengetahui tingkah polah para pejabat di Pulau Onrust, yang dikatakannya korup dan hidup seperti raja.

Catatan lainnya adalah dari petualang Jerman bernama Johann Wolfgang Heyd (1739-1740), ia melukis dan membuat denah Pulau Onrust. Karya-karya lainnya tentang Pulau Onrust ini adalah dari Johannes Vingboons (1665-1668), Issac de Graft (1690-1705), Ludolf Backhuizen (1699), Jacobus van der Schley (1725-1779), Johannes Rach (1799), dan Hendrik Kobell (1779).

Di awal abad 17, wilayah perairan Nusantara sudah menjadi lalu lintas pelayaran niaga yang sangat ramai. Banyak armada kapal Spanyol, Portugis, Inggris, dan Belanda yang pergi ke Timur, ke pusat-pusat perdagangan Asia, untuk mencari teh atau sutra di Cina; tembaga di Jepang; atau rempah-rempah di berbagai wilayah Nusantara. Saat itu rempah-rempah memang menjadi komoditas primadona di pasaran Eropa. Timbul persaingan diantara orang-orang Eropa sendiri untuk dapat memonopoli perdagangannya.

Namun, Belanda dengan VOC-nya, yang terbilang cukup berhasil menguasai perdagangan rempah-rempah di Nusantara. Di bawah penguasaan VOC, Pulau Onrust mulai berperan dalam perdagangan internasional sebagai tempat persinggahan kapal-kapal. Selain itu, Pulau Onrust juga sebagai tempat penampungan sementara komoditi-komoditi Asia yang akan dikirim ke Eropa.

Galangan kapal menjadi fasilitas utama ketika Pulau Onrust difungsikan sebagai tempat perbaikan dan pembuatan kapal. Keberadaannya sangat penting mengingat kapal adalah sarana utama perniagaan laut dan kekuatan armada VOC. Setelah mendapat izin dari Pangeran Jayakarta pada 12-13 November 1610, galangan kapal pertama di Pulau Onrust dibangun pada 1615. Sejak itu terjadi kesibukan luar bisa, sehingga pulau seluas 12 hektar tersebut dikenal dengan nama onrust _bahasa Belanda, yang artinya: tak pernah istirahat_. Galangan kapal lain yang lebih kecil dibangun kemudian di Pulau Cipir tahun 1668, bersamaan dengan pembangunan dermaga penghubung untuk dua pulau tersebut. 

Pulau Onrust bersama ketiga pulau yang dekat dengannya adalah pulau-pulau yang memiliki sejarah panjang. Sekitar 350 tahun, yakni sejak awal abad ke-17 hingga pertengahan abad ke-20.

Kawasan ini, khususnya Pulau Onrust, pernah menjadi bagian dari riuhnya pelayaran niaga antara Barat dan Timur. Ia pun pernah berada di tengah pertikaian orang-orang Eropa yang selalu ingin menunjukkan hegemoninya atas Nusantara. Pulau Onrust yang bersejarah akhirnya memang bagian dari proses yang mewarnai perjalanan sejarah sosial-politik dan ekonomi Nusantara. Dan tentang itu, ia banyak meninggalkan bukti-buktinya.