Dengan bahan berupa 3 kg (3000 gram) singkong mentah diperkirakan akan menghasilkan 1 kg (1000) singkong kering sebelum kemudian ditepungkan dan akan menyisakan sedikit sedimen kasar atau serat yang tidak bisa ditapis lagi.

Maka dengan demikian dapat diperkirakan gambaran kasar ideal untuk dapat menghasilkan 1 kg (1000 gram) tepung singkong adalah dari bahan singkong mentah setidaknya sebanyak 3,5 kg (3500 gram), hingga amannya berada diangka 4 kg (4000 gram) singkong mentah (yang kemudian tentu saja akan menyisakan sedikit kelebihan produksi tepung).

Proses pembuatan tepung yang sedang dilakukan pada saat ini tanpa melalui proses perendaman dan teknik fermentasi yang pada umumnya, hasilnya kemudian biasa disebut dengan Mocaf, yakni singkatan dari Modified Cassava Flour (Tepung Singkong Rekayasa), baik dengan cara menggunakan bantuan enzim maupun dengan cara fermentasi secara alamiah tanpa menggunakam enzim.

Jika tidak melalui tahapan fermentasi adakah identifikasi dan penamaan teknis dalam industri pembuatan tepung singkong kontemporer ini? Apakah akan menjadi semacam katakanlah semacam teknik ‘Unmodified’ Cassava Flour? Atau sederhananya bisakah hanya disebut dengan nama Cassava Flour saja? Namun satu hal yang jelas, di dalam tradisi masyarakat Sunda dan Jawa misalnya, singkong kering (Dried Cassava) secara teknis sudah terbiasa disebut dengan nama Gaplek dan setelah menjadi tepung maka namanya akan menjadi Tepung Gaplek; yang artinya Tepung Singkong dan jika dibahasa Inggriskan namanya tentu saja akan menjadi Cassava Flour.

ditulis oleh

Gelar Taufiq Kusumawardhana

Ketua House of Varman, aktif menulis untuk Varman Institute. Tinggal di Desa Pangauban, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (Provinsi Jawa Barat)